Sabtu, 28 Februari 2015

Trinil pembalik-batu (Arenaria interpres)

Diskripsi: Berukuran sedang (23 cm), mudah dikenali. Paruh pendek, kaki dan tungkai warna jingga terang.  Pada kepala dan dada terlihat suatu pola yang rumit dan khas dari warna-warna hitam, coklat dan putih. Bentuk paruh merupakan ciri khas. Sewaktu terbang dilihat dari atas, berpola hitam dan putih tebal.
Iris coklat, paruh hitam, kaki jingga.
Suara: Getaran tersendat metalik "ktititit" atau "kii-uu" yang bertalun.
Penyebaran global: Tersebar luas. Berbiak di belahan utara, bermigrasi ke selatan pada musim dingin melalui Indonesia ke Australia.
Penyebaran lokal dan status: Pengunjung yang cukup umum ke pesisir di Sunda. Beberapa burung yang tidak berbiak dapat dilihat pada musim panas.
Kebiasaan: Mengunjungi gosong lumpur, pantai berpasir, dan rangkaian karang berbatu dalam kelompok kecil. Kadang-kadang mencari makan di daratan atau di daerah terbuka yang dekat dengan laut. Umumnya hidup tidak membaur dengan jenis lain. Jenis ini mendapatkan nama dari kebiasaannya yang menarik, yaitu mendorong atau membalikkan batu di pantai untuk mencari udang-udangan di bawahnya.

Kaki-rumbai kecil (Phalaropus lobatus)

Deskripsi: Berukuran kecil (21 cm), berwarna abu-abu, paruh panjang. Sangat mirip kaki-rumbai leher-merah, tetapi mahkota depan lebih putih, bagian atas lebih pucat dan polos, serta paruh lebih tinggi dan lebar (kadang-kadang dengan pangkal kunig). Cuping-cuping pada jari kuning.
Iris coklat, paruh hitam dengan dasar kuning, kaki abu-abu.
Suara: Seperti kaki-rumbai leher-merah.
Penyebaran global: Berbiak di Artik. Pada musim dingin umumnya menyebar di lautan lepas pantai Afrika barat dan Chili.
Penyebaran lokal dan status: Tercatat satu kali di Serawak.
Kebiasaan: Seperti kaki rumbai kecil, tetapi belum tercatat di pedalaman.




Kedidi paruh-sendok (Eurynorhynchus pygmaeus)

Deskripsi: Berukuran kecil (15 cm), berwarna coklat abu-abu. Kaki pendek, bagian atas blorok, alis putih mencolok. Paruh sendok yang khas tidak terlalu mudah terlihat di lapangan. Mirip Kedidi leher-merah pada saat musim dingin, tetapi lebih abu-abu, dahi dan dada lebih putih. Pada masa berbiak: bagian atas dada coklat kemerahan.
Iris coklat, paruh dan kaki hitam.
Suara: Lengkingan lemah "priip-priip" sewaktu lepas landas.
Penyebaran global: Berbiak di Eropa utara dan Asia, tetapi bermigrasi ke Cina dan Hainan pada musim dingin, dan mengembara sampai ke Asia tenggara.
Penyebaran lokal dan status:  Seekor burung tunggal (yang cocok dengan uraian jenis ini) terlihat di sabah pada tahun 1967 tetapi belum dikonfimasi.
kebiasaan: Burung beting lumpur yang mencari makan dengan paruh hampir vertikal ke bawah, dengan gerakan aktif kesamping seperti alat penyedot debu.

Kedidi putih (Calidris alba)

Kedidi golgol (Calidris ferruginea)

Kedidi belang (Calidris alpina)

Kedidi ekor-tajam (Calidris acuminata)

Kedidi jari-panjang (Calidris subminuta)

Kedidi Temmnick (Calidris temmnickii)